Jumat, 30 September 2011

Tanaman Orok-orok (Crotalaria juncea) cocok sebagai pupuk hijau


Tanaman Crotalaria juncea di samping hasil biomasanya tinggi juga mempunyai kandungan http://suntoro.staff.uns.ac.id/files/2009/04/tanaman-orok2-300x225.jpgN tinggi pula (3,01 % N). Tanaman ini cukup lunak sehingga cocok digunakan utuk sebagai pupuk hijau. Pada waktu yang lalu tanaman selalu ditanam setelah panen selesai.
Sebenarnya penggunaan pupuk hijau ini bukan barang baru lagi, namun karena sudah banyak ditinggalkan oleh petani maka pupuk hijau ini terabaikan. Misalnya pada tahun tujuh puluhan, merupakan suatu keharusan pihak pabrik tembakau di Klaten, menanam Crotalaria juncea (orok-orok) pada setiap habis panen tembakau, bertujuan untuk mengembalikan dan memperbaiki kesuburan tanahnya. Setelah tembakau dipanen, ditanam orok-orok, setelah besar maka tanaman orok-orok ini dirobohkan dan dicampur dengan tanah saat pengolahan tanah (pembajakan) yang kemudian digenangi. Tetapi pada masa sekarang keharusan tersebut sukar dipenuhi baik oleh pihak pabrik maupun petani. Petani merasa keberatan bila sawahnya ditanami legum (orok-orok), karena dianggap tidak produktif, selama penanaman orok-orok (sekitar 1 bulan).










Pupuk Hijau
http://www.mobot.org/jwcross/duckweed/Habitat/Spirodela-Azolla.jpg Pupuk hijau adalah pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih hijau atau setelah dikomposkan.
Manfaat pupuk hijau :
Meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah sehingga terjadi perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas tanah dan ketahanan tanah terhadap erosi.
Sumber pupuk hijau :
http://greenmining.files.wordpress.com/2009/07/crotalaria-mucronata-21.jpgSumber pupuk hijau dapat berupa sisa-sisa tanaman (sisa panen) atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil pupuk hijau atau berasal dari tanaman liar.
Jenis tanaman yang dijadikan sumber pupuk hijau diutamakan dari jenis legume, karena tanaman ini mengandung hara yang relatif tinggi(terutama N) dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya, tanaman legume juga relatif mudah terdekomposisi sehingga penyediaan haranya menjadi lebih cepat.
tanaman orok-orok
1. Sisa tanaman
Sisa tanaman (sisa panen) merupakan sumber BO yang paling ekonomis karena bahan ini merupakan hasil sampingan dari kegiatan usaha tani, sehingga tidak membutuhkan biaya untuk pengadaannya. Sisa tanaman walaupun kandungan haranya relatif rendah, namun karena total sisa tanaman yang dihasilkan setiap musim panen banyak, maka total unsur hara yang disumbangkan dari setiap musim panen tidak kalah dibandingkan jenis legume.
Tabel. Total hara yang terkandung dalam sisa panen (kecuali akar)
Tanaman
Total hara dalam sisa tanaman kecuali akar
N
P
K
Ca
Mg
S
Kg ha-1
Kacang-kacangan






K. Tunggak
25
2
21
17
8
6
K. Tanah
7
5
59
60
17
16
K. Hijau
35
3
54
18
9
7
Kedelai
15
2
13
1
2
6
K. Panjang
65
6
33
23
16
8
Biji-bijian






Jagung hibrida
45
7
58
7
12
6
Jagung local
25
4
32
4
7
4
Padi unggul
30
2
93
10
6
1
Padi local
15
2
49
5
3
1
Umbi-umbian






Singkong
61
5
41
42
11
6
Kentang
39
8
46
9
4
5
Ubi jalar
30
5
29
4
2
3
2. Tanaman pagar
Salah satu cara menyediakan sumber pupuk hijau adalah dengan mengembangkan sistem pertanaman lorong, dimana tanaman pupuk hijau  ditanam sebagai tanaman pagar berseling dengan tanaman utama.
Tanaman pagar dapat menghasilkan tanaman secara periodik; pada musim hujan tanaman dapat dipangkas setiap 2 bulan. Aplikasi sistem pertanaman lorong pada lahan miring, dimana legume ditanam searah kontur sangat efektif untuk menekan erosi.
Secara umum setiap legume dapat digunakan sebagai tanaman pagar, namun lebih efektif bila tanaman pagar memenuhi sifat-sifat sebagai berikut :
-              Berakar dalam agar tidak menjadi pesaing bagi tanaman semusim
-              Pertumbuhan cepat dan setelah pemangkasan cepat bertunas kembali
-              Mampu menghasilkan bahan hijauan dalam jumlah banyak dan terus menerus yang dapat digunakan sebagai pupuk hijau
-              Mampu memperbaiki kandungan N dalam tanah dan kandungan hara lainnya.
Tanaman legume yang dapat digunakan sebagai tanaman pagar :
Tabel. Produksi pangkasan (data pangkasan tahun kedua dan ketiga) beberapa jenis tanaman pagar
sebagai Pupuk Organik













Jenis tanaman pagar
Hasil bahan hijauan segar
Sumber
Ton ha-1tahun-1
Flemingia (Plemingia macrophylla)
4,7-26,2
Suganda et al., 1991 ; Haryati et al., 1991; Erfandi et al., 1988
Glirisidia (Gliricidia sepium)
2,9-9,2
Suganda et al., 1991
Lamtoro gung
1,3-2,9
Suganda et al., 1991; Kang et al., 1984
Lamtoro (Leucaena leucephala)
6,1-20
Erfandi et al., 1988
Thephrosia (Theprosia candida)
13,5
Haryati et al., 1991
Kaliandra (Calliandra callothyrsus)
4,3-22,8
Suganda et al., 1991; Erfandi et al., 1988
Sengon ( Paraserianthes falcataria)
1,5-1,6
Suganda et al., 1991




3. Tanaman penutup tanah
Tanaman penutup tanah adalah tanaman yang ditanam sendiri yakni pada saat tanah tidak ditanami tanaman utama atau tanaman yang ditanam bersamaan dengan tanaman pokok bila tanaman pokok berupa tanaman tahunan.
Tujuan penanaman tanaman penutup tanah :
-              Melindungi tanah dari daya perusak butir-butir hujan
-              Mempertahankan/memperbaiki kesuburan tanah
-              Menyediakan BO
-              Merupakan tindakan rehabilitasi lahan yang murah dan mudah diaplikasikan
4. Azolla
Azolla merupakan salah satu sumber N alternatif khususnya untuk padi sawah. Azolla merupakan paku air ukuran mini yang bersimbiosis dengan Cyanobacteria pemfiksasi N2.
5. Sesbania rostrata
Sesbania rostrata merupakan tanaman legume yang potensial sebagai sumber N pada lahan sawah. Tanaman ini dapat tumbuh pada keadaan tergenang, dan dapat membentuk bintil tidak hanya pada akar tetapi juga pada batang. Oleh karena itu tanaman ini mempunyai kemampuan menambat N yang relatif tinggi.
Referensi: “Pupuk Organik dan Pupuk Hayati” by Litbang, Bogor
Sisa tanaman (sisa panen) merupakan sumber BO yang paling ekonomis karena bahan ini merupakan hasil sampingan dari kegiatan usaha tani, sehingga tidak membutuhkan biaya untuk pengadaannya. Sisa tanaman walaupun kandungan haranya relatif rendah, namun karena total sisa tanaman yang dihasilkan setiap musim panen banyak, maka total unsur hara yang disumbangkan dari setiap musim panen tidak kalah dibandingkan jenis legume.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jika Menurut Anda Ini berguna Maka berikanlah kami Komentar yang sifatnya membangun baik itu berupa saran ataupun pertanyaan