Minggu, 09 Oktober 2011

sistem hidroponik Untuk menanam sayuran dan buah di pekarangan


Adalah budidaya tanaman pertanian dengan cara membuat instalasi bertingkat (vertikal) pada sebuah lahan dengan maksud untuk meningkatkan jumlah tanaman tanpa menambah areal. Berasal dari kata Vertikal yang berarti tegak lurus dan Kultur yang sama dengan budidaya atau pemuliabiakan.
Vertikultur merupakan salah satu teknik ekstensifikasi pertanian dengan melipatgandakan jumlah tanaman yang ditempatkan secara bersusun ke atas. Orang mengenal pola vertikultur pertama kali adalah penanaman yang menggunakan pot dengan tanah sebagai media tanamnya. Pada saat itu beberapa pot dengan sengaja diletakkan di atas pot-pot yang lain dalam upaya melindungi tanaman dari intensitas sinar matahari atau memang karena keterbatasan lahan.
Sedangkan berikut ini akan kita ulas secara rinci perkembangan pola vertikultur terbaru yakni Instalasi Vertikultur Aeroponik sebagai perpaduan usaha agribisnis berupa budidaya tanaman hortikultura dengan perawatan otomatis dan teknologi menanam di udara (Aeroponik).
Prinsip kerja instalasi ini adalah menanam menggunakan pot yang dihubungkan dengan saluran berbentuk pipa sehingga merupakan sebuah bejana berhubungan. Bejana-bejana yang berlaku sebagai media tanam ini dialiri air dengan menggunakan pompa air dari dalam bak penampung. Ada beberapa tingkat menurut garis vertikal dimana jika air nutrisi telah menggenangi tingkat paling atas secara penuh, maka kelebihan air akan mengalir ke tingkat di bawahnya, dan seterusnya sampai jika tingkat paling bawah dari bejana berhubungan ini telah penuh, kemudian air kelebihannya akan dialirkan ke bak penampung. Sistem penyediaan air nutrisi bagi tanaman dikendalikan oleh sebuah Unit Timer yang menghidupkan unit pompa air selama beberapa menit dengan interval waktu 30 menit. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan suplai nutrisi bagi akar tanaman, kemudian memberikan waktu bagi akar untuk menangkap unsur hara sebanyak-banyaknya sekaligus melancarkan proses respirasi. Keuntungan cara ini adalah sebagai berikut:
1.         Ukuran lahan 1 meter persegi dapat ditanami sampai 320 buah tanaman dengan jarak tanam 12 X 12 cm.
2.         Petani tidak perlu menyirami tanaman
3.         Jenis tanaman bisa bermacam- macam dalam sekali musim tanam
4.         Bisa menggunakan pola organik murni
5.         Memungkinkan perlakuan ekstra terhadap tanaman dengan menambahkan alat-alat tertentu pada instalasi Media Tanam Sebuah unit instalasi lengkap terdiri dari beberapa tingkat bejana berhubungan, dalam hal ini adalah rangkaian pot-pot yang dihubungkan dengan pipa pvc.
Untuk selanjutnya akan kita namai sebagai Media Tanam. Dalam ukuran lahan sekitar 1 Meter persegi terdapat 64 buah pot masing-masing berdiri di atas letter-T yang dipasang menghadap ke atas. Pompa Air, Drum, dan Unit Timer Unit Pompa Air juga berhubungan dengan kebutuhan akan pipa pvc sebagai saluran transmisinya. Disamping itu terdapat pula Unit Timer sebagai pengendali pemasokan nutrisi bagi tanaman, dan potongan drum sebagai penampungan air nutrisi. Konsentrasi Pupuk Dari serangkaian keterangan tentang instalasi vertikultur aeroponik yang merupakan sarana bagi kita untuk bertani secara inovatif dalam rangka mengusahakan peningkatan produk baik kualitatif maupun kuantitatif, atau hanya untuk berefreshing setelah sibuk bekerja, iseng, maupun sekedar deduwenan saja, maka hal terpenting dan masih harus memerlukan proses pembelajaran adalah soal aplikasi pupuk. Keberhasilan budidaya secara vertikultur aeroponik sebagian besar ditentukan oleh aplikasi pupuknya.
selamat mencoba by: eko sb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jika Menurut Anda Ini berguna Maka berikanlah kami Komentar yang sifatnya membangun baik itu berupa saran ataupun pertanyaan